Ambang Batas

Rasanya hidup, tak selalu gaduh

Mereka bilang ikuti air, tahukah akan perspektifku pada hal lain

Yang lain punya mimpi, siapa bilang dia tidak

Manusia, tempat ingin menggunung sedang tangan tak meraih apapun, atau mungkin hanya dia

Kuncinya sabar, muak dengar semua asa menjerit, bisa apa

Seperti titik, dia terhenti

Hidup oh hidup, mengekangmu pun tak mampu, bagaimana jalani

Kaki tertatih, ingin akhiri, tak kuasa pada mereka yang tersenyum di sisi

Apalah jadi, seekor semut yang tersesat

Bilamana waktunya pulang, ingin bawa apa

Tiada jejak, tiada makna terselip pada tiap insan

Hidup ya hidup

Hingga ambang batas, akankah sanggup

Satu-dua bisa, dia gigit jari, iri

Tiga-empat meloloskan diri, dia terjebak, gagal lagi

Terus, lagi, sudah muak

Tak ingat lagi berapa banyak, air bercucur, hingga pengap

Ingin apa, jadi apa, tak tahu lagi

Seperti ambang batas, menoleh takut, melaju tambah takut

Sudahlah, biar jadi beban seorang

Sungguh, segan pahami, jati diri yang bukan diri sendiri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s