Tak Ingin Lukai Hatimu

Ada kecewa dalam lirih suaramu. Ada rindu yang terpendar dalam tatapan mata indahmu.

Seribu hari terlewati, kamu dan aku. Ada hari di saat kamu diam dan aku masih tidak mengerti.

Dulu, bagiku mudah menebakmu, jauh mengenal, kamu serupa puzzel, menarik untuk kususun, tapi kepinganmu begitu kecil, aku harus mulai dari mana?

Ketika jauh, sungguh aku kesal, namun didekatmu aku tenang.

Semilir angin turut jadi saksi, kini kamu berhenti. Bagiku sulit, sakit bila seperti ini.

Aku pun tak tahu apa inginku, bagaimana maumu.

Wahai waktu, apa jawabanmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s