Aku Sepi, Mungkin Kamu Tak Peduli

Malam ini dingin, sedingin perkataanmu yang singkat-singkat itu. Huh, sok cool.

Suara jangkrik menemaniku, terdengar sekali karena di sekitarku sepi, aku hanya sendiri di sini.

Mataku kupejamkan, apa ya yang sedang kamu lakukan? Apa kebutuhanmu sudah kamu dapatkan? Apa kamu sudah makan? Apa kamu bahagia hari ini?

Kalau aku, aku sedang kesal, aku memang sudah terbiasa kesepian, tapi bukan itu masalahnya. Kamu yang membuatku kesal, bagaimana dengan entengnya kamu pergi dengan dia? Apa kamu tidak memikirkan perasaanku? Tapi kamu tak acuh, seolah melarangku untuk menumpahkan kekesalan, ini sungguh menyesakkan, tentu saja aku ingin penjelasan.

Kamu, apa kamu benar-benar serius denganku? Tapi kenapa kamu mengikis kepercayaanku?

Di sini dingin, apa kamu tidak tergiur untuk memelukku? Haah, kamu kan sedang dengan dia.

Perutku mulas.

Di sini sepi, tapi di dalam kepalaku sangat ramai.

Dinginnya malam, dikalahkan panasnya perasaanku saat ini.

Aku butuh selimut.

Kamu tak menjawab, mungkin sebaiknya aku tidur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s