Kelingking Manisku

Aku selalu menyukainya, waktu di mana telapak tangan kita saling bertaut, mengisi celah-celah kosong di antara tiap jari kita. Saling melengkapi. Ketika itu aku akan takut menatap matamu, aku takut akan bangun dari anganku saking kerasnya debaran jantungku jika melakukannya.

Apa kau tau bagaimana anganku?

Apa kau tau anganku seperti drama?

Ya, benar. Aku membayangkan sebuah janji kelingking dapat kita lakukan di masa remaja, kemudian kau akan mengklaim jari manisku di saat dewasa. Sungguh, aku terdengar tidak ingin kehilanganmu, ya? Tapi itu benar adanya.

Aku tidak tahu kapan umurku berakhir, tapi kalau boleh berharap, aku ingin menjadi tua bersamamu, di sampingmu. Ya, tetaplah di sisiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s