At This Time

“Pantes nilai turun, mikir itu terus, sih!”

“Eh, kok, nilai lu turun drastis?”

“Makanya belajar, liat tuh nilai!”

Pada waktu ini, bisakah kamu berhenti mengurusi kepentingan orang lain. Sosok yang gagal memang butuh penyadaran, namun tak harus selalu dengan olokan.

Pada waktu ini, biasakanlah untuk tidak peduli! Lihat dirimu, apakah kamu sudah lebih baik dari dirinya yang kamu pedulikan saat itu?

Pada waktu ini, kamu tak memerhatikannya, berteman maupun berinteraksi dengannya. Lantas untuk apa kedatanganmu di saat keterpurukannya, kalau hanya untuk mencaci-maki dirinya?

Pada waktu ini, ia tak berbuat salah apapun padamu, kamu hadir dengan masalahmu dan menyalahkannya. Di mana rasa malumu?

Pada waktu ini, kamu membaca ini dan merasa tertohok lantas kembali mengejeknya. Hei, kalau iri katakan saja! Dia yang sedang terpuruk itu akan dengan senang hati melimpahkan bebannya padamu.

Pada saat itu, ia tidak ada mengataimu, ia hanya akan berlalu setelah sebelumnya menepuk pundakmu dan berkata. “Berjuanglah!” Pada waktu ini, bukanlah akhir segalanya, tambahnya dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s