Eight

Aku.

Desember.

Tahun lalu.

Ingatkah kamu?

Apakah aku berlebihan kalau mengingatkanmu?

Kamu berkata padaku kalau itu bukan sesuatu yang berarti.

Mungkin memang hanya aku yang terlalu menyayangimu.

Aku dengan caraku, kamu dengan caramu.

Yang membuatku tidak habis pikir, aku malah takut dengan caramu.

Aku tak seperti mereka, tak banyak kenangan tertoreh saat kita bersama. Mungkin kamu membenci hal itu meski enggan mengakuinya.

Aku memang tak begitu memikirkan banyak hal saat mengambil keputusan untuk bersama.

Aku hanya butuh untuk menjalaninya dan semua akan baik-baik saja.

Kuakui kenaifanku. Kuakui kamu tak menyukai itu. Kuakui seringku melukaimu.

Urungku mendekatimu. Tatapanmu seolah melarangku.

Ah, biarlah. Mungkin begitulah akhirnya. Tapi setidaknya, pernah ada waktu di saat “kita” menjadi hal yang begitu menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s