Senandung Pilu

Ambigu.

Hanya berteman. Aku menyambutnya dengan baik, tidak lebih dari itu.

Aku tidak tahu apa tujuannya. Dekat denganku bukan suatu yang sulit memang.

Tapi aku mengerti batas. Ada seseorang yang lebih dulu mengisi hariku, akan terjadi sesuatu padanya bila aku tak mengerti itu.

Dia menerimaku, dan masih bertahan hingga sekarang. Bukan tidak menerima kedekatan publik, dia hanya pemalu. Aku menghargainya, selalu. Dia punya arti tersendiri bagiku.

Ini akan sama seperti dulu.

Seolah aku yang salah, tapi kenyataannya memang begitu.

Entah sampai kapan, entah berapa banyak perasaan terabaikan, entah seberapa sakit mereka rasakan, entah sesulit apa mereka merelakan. Aku tak pernah tahu, karena di sini, aku adalah pelaku.

Jangan dekati mawar, kalau tak ingin dilukai sang duri tajam.

Aku, tak berharap akan perubahan kelakuan. Seharusnya akan tetap sama, jika dan hanya jika sebatas teman.

Luka seindah apapun, akan tetap terasa pilu tanpa ampun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s