Day By Day

08.

Nol dan delapan, angka yang kusuka, karena mereka tak berujung. Indah, bukan?

Hari ini juga tanggal itu. 6 bulan yang lalu, di saat yang sama, bertepatan dengan malam minggu pula. Ah, wajahku panas, tapi tak apa… Dia juga sedang panas, walau berbeda makna, setidaknya sama.

Oh, perjuangan untuk bertahan ternyata masih panjang.

Belum berakhir, walau kadang lelah. Waktu masih berjalan, hari demi hari terlewati, dan masih sehati.

Oh.

92.

Nilai UKK B. Indonesia, kebetulan juga sehati. Haah, ada apa dengan ini? Kenapa rasanya kekanakan sekali?

Waktu terus memanggil, aku semakin takut. Bagaimana kalau terpisah? Aku menyebutnya takdir, maka dia akan membantah dan mengatakannya nasib, sebenarnya sama saja.

Sama, ya?

Mereka bilang wajah kami sama, seperti kakak-adik. Tapi di sini, dia yang jadi adiknya. Duh, adik kecil, dia manis sekali, aku menyebutnya cowok cantik, dia memang cantik, dan juga mesum.

Haha. Sungguh menyenangkan mengejeknya dengan banyak sebutan, sedangkan dia nggak marah. Dia memang susah marah. Kesabarannya itu sulit dikalahkan. Sayangnya dia nggak asyik, nggak ada ejekan balik, huh!

Ah, maaf, remaja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s