I Can Feel

Aneh.

Sejak pertama melihat, aku terperangkap.

Sungguh indah, dulu, saat hanya dekat denganmu saja jantungku berirama merdu.

Aneh.

Aku terus terpaku padamu, padahal tidak biasanya seperti itu pada sosok yang telah memiliki kekasih.

Aneh.

Kamu terus menghubungiku, aku senang tapi takut. Bagaimana kalau aku ada di posisi sebagai kekasihmu?

Rasa aneh ini menyenangkan. Berbanding terbalik dengan tatapan sinis itu, mereka membenciku sepertinya, katanya aku pengrusak hubungan orang.

Aneh.

Jelas aku tahu, dia tak hanya dekat denganku, tapi kenapa hanya aku yang disalahkan.

Aku bisa merasakan, sindiran itu untukku, sungguh memuakkan kekasihnya itu.

Aneh.

Sedih rasanya mendengar mereka putus hubungan, apa ini karena diriku? Setahuku, mereka sering kali tidak baik saja. Mereka seperti tidak saling kenal.

Aneh.

Aku menerimanya. Oh, I got a boy! Kata mereka, “ambillah saja bekas pacarku.”

Akan kulakukan, Nona. Dengan senang hati, walau hati ini sebenarnya tak ingin. Aku bisa rasakan, dia menganggapku tak lebih dari pelarian.

Aneh.

Seolah-olah aku memujanya. Hei, tidak adakah tempat untukku?

Ini terlalu jauh, aku terlena dalam pesonanya. Seseorang, tarik aku dari sini, di sini gelap.

Tapi aku tak ingin kehilangan dia. Tidak, nggak semudah itu.

Aneh.

Sekarang aku bisa merasakannya, dia tak suka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s