For Happy Ending

Takut.

Ini sesuatu yang aneh, bagaimana kalau gagal?

Bagaimana kalau mereka menatapku? Oh tidak, aku harus bersembunyi.

Bukan, nggak seperti ini yang kuinginkan. Hidup biasa, monoton itu lebih baik.

Mengerikan.

Tatapan mereka.

Apa aku serendah itu? Haah, kenali diriku, bukan namaku.

Jangan percaya, memang aku tak ada apa-apanya, tetaplah menganggapku seperti itu.

Nggak kok, nggak sakit, aku kan nggak peka.

Oh, rupanya ada yang mau berteman denganku. Kali ini untuk alasan apa? Tidakkah kamu malu, huh?

Mereka bilang, aku memalukan. Tapi bukankah menyenangkan seperti itu.

Aku bisa hidup dalam kebebasan, pun di sangkar.

Ah, apa, sih, yang barusan kubilang…

Apakah akan terus seperti ini?

Tidak, tidak ada akhir bahagia.

Kalau bahagia, kenapa harus berakhir?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s