Bayang Sunyi

Tak kuucap kebohongan
Pemuda itu memang menawan
Alunan suaranya mengisi kekosongan
Oh Tuhan…
Dia begitu mengagumkan

Tawanya, candanya, sedihnya kurindukan
Kini semua itu hanyalah kenangan
Wajah tampan itu tiada berarti lagi
Dirinya telah mati

Tinggalkan puncuk pesona menyakitkan jiwa
Untukku yang dulu mengasakannya
Meleburkanku dalam kesedihan
Gelap…
Kubutuh uluran tangan
Namun sosoknya kian tak kelihatan
Menyatu dengan cahaya menyilaukan
Tinggalkanku dalam kesepian

Oh Tuhan…

Kudengar ia bersuara
Memanggilku untuk bersamanya
Dia datang
Lalu menghilang
Ditelan gelap malam
Kala atensiku berkurang
Sunyi merenggut sekitar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s