Jejak Sayap Merpati

Ke samping

Hati kosong, rasa sesak.
Jiwa layu, senyum palsu.
Ada noda yang tertinggal.
Dalam detik, diam tak berkesudahan.

Ooh haruskah kucari jejak angin.
Bila merana, resah terasa.
Hidup penuh ragu, mati pun tak mau.
Alangkah gelap jalan setapak, dimanakah mentari sembunyi.

Pergi, pergilah merpati.
Sampaikan salam, betapa rinduku akan pelangi.
Di sini menanti, jiwa yang siap diisi.
Angan melambung tinggi, betapa sakit jika jatuh nanti.
Tolong, tolong, beri jejak yang harus kulalui.

Tak Ingin Lukai Hatimu

Ke samping

Ada kecewa dalam lirih suaramu. Ada rindu yang terpendar dalam tatapan mata indahmu.

Seribu hari terlewati, kamu dan aku. Ada hari di saat kamu diam dan aku masih tidak mengerti.

Dulu, bagiku mudah menebakmu, jauh mengenal, kamu serupa puzzel, menarik untuk kususun, tapi kepinganmu begitu kecil, aku harus mulai dari mana?

Ketika jauh, sungguh aku kesal, namun didekatmu aku tenang.

Semilir angin turut jadi saksi, kini kamu berhenti. Bagiku sulit, sakit bila seperti ini.

Aku pun tak tahu apa inginku, bagaimana maumu.

Wahai waktu, apa jawabanmu?

Aku Sepi, Mungkin Kamu Tak Peduli

Ke samping

Malam ini dingin, sedingin perkataanmu yang singkat-singkat itu. Huh, sok cool.

Suara jangkrik menemaniku, terdengar sekali karena di sekitarku sepi, aku hanya sendiri di sini.

Mataku kupejamkan, apa ya yang sedang kamu lakukan? Apa kebutuhanmu sudah kamu dapatkan? Apa kamu sudah makan? Apa kamu bahagia hari ini?

Kalau aku, aku sedang kesal, aku memang sudah terbiasa kesepian, tapi bukan itu masalahnya. Kamu yang membuatku kesal, bagaimana dengan entengnya kamu pergi dengan dia? Apa kamu tidak memikirkan perasaanku? Tapi kamu tak acuh, seolah melarangku untuk menumpahkan kekesalan, ini sungguh menyesakkan, tentu saja aku ingin penjelasan.

Kamu, apa kamu benar-benar serius denganku? Tapi kenapa kamu mengikis kepercayaanku?

Di sini dingin, apa kamu tidak tergiur untuk memelukku? Haah, kamu kan sedang dengan dia.

Perutku mulas.

Di sini sepi, tapi di dalam kepalaku sangat ramai.

Dinginnya malam, dikalahkan panasnya perasaanku saat ini.

Aku butuh selimut.

Kamu tak menjawab, mungkin sebaiknya aku tidur.